asbabun nuzul ali imran ayat 19

AsSuyuthi dalam kitabnya menyebutkan mengenai asbabun nuzul Surah Ali-'Imran ayat 190 dengan mengutip hadits riwayat ath-Thabrani. Ath-Thabrani dan Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dari Ibnu Abbas, dia berkata, "Orang-orang Quraisy mendatangi orang-orang Yahudi dan bertanya kepada mereka, 'Apa tanda-tanda yang dibawa Musa kepada kalian?' Faktabahwa tidak semua ayat al-Qur'an mempunyai asbabun nuzul bahkan sebagian besar ayat tidak memilikinya. Padahal asbabun nuzul merupakan tonggak utama tafsir kontekstual. 2. Rumitnya menguasai seluruh aspek kehidupan manusia sejak pra-Islam hingga sekarang. Padahal asbabun nuzul yang sedikit bisa disempurnakan dengan penguasaan terhadap TafsirSurat Ali 'Imran Ayat 19 (Terjemah Arti) Paragraf di atas merupakan Surat Ali 'Imran Ayat 19 dengan text arab, latin dan artinya. Didapati pelbagai penjabaran dari beragam mufassir terhadap makna surat Ali 'Imran ayat 19, sebagiannya seperti terlampir: Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia. Halhal inilah yang menyebabkan doanya terkabul, dan harapannya terpenuhi sebagai karunia dan kebaikan dari Allah. Di dalam beberapa ayat ini dua kali disebut nama Imran. Yang pertama dalam ayat 33, yaitu Imran ayah Nabi Musa a.s.; sedang yang kedua adalah pada ayat 35, yaitu Imran ayah Maryam. Rentang waktu antara kedua orang itu sangat panjang. Developers Description. Ayat - Holy Quran - KSU-Electronic Mosshaf project - comprehensive Quran App with unique features. Features: Viewing scanned (soft) copy of real printed Mosshaf. Providing. Site De Rencontre Pour Partir En Voyage. Surat Ali Imran termasuk surat Madaniah yang berjumlah 200 ayat. Ibnu Katsir menyebutkan, 83 ayat pertama turun berkenaan dengan kedatangan rombongan Najran pada tahun 9 menginformasikan lebih detail lagi. Rombongan Najran yang datang menghadap Nabi Muhammad saw itu berjumlah 60 orang. Dari 60 orang itu ada 14 orang tokoh pemuka. Di antara 14 tokoh utama ini ada 3 orang lagi yang lebih terkemuka. Mereka adalah Abdul Masih yang bergelar al-Aqib, Al-Aiham yang bergelar As-Sayyid, dan Abu Haritsah bin yang bergelar al-Aqib ini berperan sebagai pimpinan musyawarah. Semua orang bertindak atas perintah dan pemikirannya. Orang yang bergelar As-Sayyid berperan sebagai penanggungjawab akomodasi, makan dan minum, rombongan. Sedangkan Abu Haritsah bin Alqamah adalah Uskup dan Rahib bagi para menurut Al-Baghawi, rombongan Najran masuk ke dalam Masjid Nabi pada waktu shalat Ashar menjelang. Semua rombongan langsung menggelar persiapan untuk mendirikan seorang sahabat Nabi menyeletuk, “tak pernah kami lihat kedatangan tamu seperti mereka. Setelah waktu ibadah mereka tiba, mereka langsung masuk ke dalam masjid Nabi SAW.” Nabi Muhammad saw menjawab, “Biarkan saja mereka!”Tamu rombongan dari Najran ini pun langsung mendirikan shalat dengan menghadap ke arah timur. Selesai shalat, dua orang pemuka mereka yang begeral As-Sayyid dan Al-Aqib mengucapkan salam kepada Nabi. Nabi Muhammad saw bertanya pada mereka, “Apakah kalian berdua ini muslim?” Mereka serentak menjawab “kami sudah muslim sebelum engkau.”Nabi Muhammad membantah, “kalian bohong! Tidak mungkin kalian itu Islam dengan meyakini Allah memiliki seorang putra, menyembah pada Salib, dan makan daging babi.”“Jika Isa itu bukan anak Allah, lantas siapa ayahnya? Dan orang-orang pun berdebat tentang Isa,” tanya dua orang itu. Nabi Muhammad menjawab dengan bertanya, “Apakah kalian tahu bahwa seorang anak itu pasti mirip dengan ayahnya?” Mereka jawab, “Ya, tentu!” Nabi Muhammad bertanya, “Apakah kalian tahu bahwa Tuhan itu menjaga segala-galanya dan memberikan rejekiannya?” Mereka jawab, “Ya, tentu!”Nabi Muhammad bertanya lagi, “Apakah Isa melakukan seperti itu?” Mereka jawab, “Tidak!”Nabi Muhammad bertanya, “Apakah kalian tahu bahwa Tuhan itu mengetahui segala apa yang ada di langit dan bumi?” Mereka jawab, “Ya, tentu!” Nabi bertanya, “Apakah Isa tahu semua itu selain apa yang dia tahu?” Mereka jawab, “Tidak!”Nabi Muhammad menjelaskan, “Tuhan kita itu menciptakan Isa di dalam rahim seperti yang Dia mau, Tuhan kita tidak punya bentuk dan tidak ada padanan-Nya, Tuhan kita tidak makan dan tidak minum.” Mereka jawab, “Ya, betul!”Nabi Muhammad bertanya, “apakah kalian tahu bahwa Isa dikandung oleh ibunya seperti bayi pada umumnya, kemudian sang ibu melahirkan Isa seperti ibu pada umumnya. Memberinya makan seperti pada umumnya, kemudian bayi itu makan, minum, berbicara seperti pada umumnya?” Mereka jawab, “Ya, benar!”Nabi Muhammad bertanya, “Lantas, bagaimana ini bisa terjadi seperti prasangka kalian?” Mereka pun terdiam membisu. Saat itulah, Surat Ali Imran ini turun sekitar 80 ayat lebih. Begitulah penjelasan dari Tafsir Tafsir Al-Washit disebutkan, surat ini diberi nama Surat Ali Imran lantaran di dalamnya terdapat satu kisah tentang keluarga Imran yang cukup detail dan tidak ada dalam surat-surat lain. Keluarga Imran yang dimaksud adalah Isa, Yahya, Maryam dan ibunya. Imran itu sendiri adalah ayah kandung Maryam, ibunya Isa. Jadi, Imran itu adalah kakeknya Isa A’lam. 403 ERROR Request blocked. We can't connect to the server for this app or website at this time. There might be too much traffic or a configuration error. Try again later, or contact the app or website owner. If you provide content to customers through CloudFront, you can find steps to troubleshoot and help prevent this error by reviewing the CloudFront documentation. Generated by cloudfront CloudFront Request ID paLPkwdnqCeywZ041-MPO5hHZUtHuP6kMxokNvVvSRmaSV259JeQ6g== Asbab al-Nuzul didefinisikan sebagai “sesuatu yang karenanya Al-Qur‟an diturunkan, sebagai penjelas terhadap apa yang terjadi, baik berupa peristiwa maupun pertanyaan.” Tetapi hal ini tidak berarti bahwa setiap orang harus mencari sebab turunnya setiap ayat, karena tidak semua ayat Al-Qur‟an diturunkan karena timbul suatu peristiwa dan kejadian, atau karena suatu pertanyaan. Tetapi ada di antara ayat Al-Qur‟an yang diturunkan karena sebagai ibtida‟ pendahuluan, tentang akidah iman, kewajiban Islam dan syariat Allah dalam kehidupan pribadi dan sosial. Al-Ja‟bari sebagaimana dikutip Syaikh Manna Al-Qaththan menyebutkan, “Al-Qur‟an diturunkan dalam dua kategori; yang turun tanpa sebab, dan yang turun karena suatu peristiwa atau pertanyaan.”93 Adapun Asbabun Nuzul surat Ali-Imran ayat 190 ialah Diketengahkan oleh Tabrani dan Ibnu Abi Hatim dari Ibnu Abbas, katanya “Orang-orang Quraisy datang menemui orang-orang Yahudi, tanya mereka “Bukti-bukti apakah yang dibawa oleh Musa kepada tuan-tuan?” Jawab mereka “Tongkatnya dan tangannya yang putih bagi mata yang memandang.” Kemudian mereka datangi lagi orang-orang Nasrani, lalu tanyakan “Apa mukjizat Isa?” Jawab mereka “Menyembuhkan orang buta sejak lahirnya, orang 93 Syaikh Manna Al-Qaththan, Pengantar Studi Ilmu Al-Qur‟an, Terj. Mifdhol Abdurrahman Jakarta Pustaka Al-Kautsar, 2005, 95. yang berpenyakit kusta bahkan menghidupkan orang yang telah mati.” Setelah itu mereka menjumpai Nabi Saw. Kata mereka “Mohonkanlah kepada Tuhanmu untuk kami. Agar Safa ini dijadikannya sebagai sebuah bukit emas.” Maka Nabi pun memohon kepada Tuhannya, lalu diturunkan-Nyalah ayat “Sesungguhnya pada kejadian langit dan bumi... sampai akhir ayat” surat Ali-Imran ayat 190. Maka hendaklah mereka merenungkannya!94 Dalam tafsir al-Maraghiy, karya Ahmad Mushthafa Al-Maraghiy menjelaskan asbabun nuzul surat Ali-Imran ayat 190-191 ini ialah Imam Thabrani dan Ibnu Hatim meriwayatkan sebuah hadits dari Ibnu Abbas, bahwa orang-orang Quraisy pernah datang kepada orang-orang Yahudi, lalu mereka bertanya, “Mukjizat-mukjizat apakah yang dimiliki oleh Nabi Musa sewaktu datang kepadamu?” Orang-orang Yahudi menjawab, “Tongkat dan tangannya yang tampak putih bercahaya bagi orang-orang yang melihatnya.” Kemudian mereka mendatangi orang-orang Nasrani dan bertanya kepada mereka, “Bagaimana mukjizat Nabi Isa itu?” jawab mereka, “Ia dapat menyembuhkan orang buta, menyembuhkan orang berpenyakit supak, dan dapat menghidupkan orang mati.” Selanjutnya orang-orang Quraisy itu mendatangi Nabi Muhammad saw. seraya bertanya, “Doakanlah kepada Tuhanmu untuk kami, agar Dia mengubah bukit Shafa menjadi emas,” Nabi Saw. pun berdoa kepada Allah Swt., kemudian 94 Imam Jalaluddin Al-Mahalli dan Imam Jalaluddin As-Suyuti, Terjemahan Tafsir Jalalain Berikut Asbabun Nuzul Jilid 1, Terj. Bahrun Abubakar Bandung Sinar Baru Algensindo, 2004, 307. turunlah ayat, inna fi khalqi‟s samawati, dan seterusnya. Karenanya hendaklah kalian memikirkan kejadian E. Ayat Al-Qur’an Lain sebagai Pendukung 1. Surat Ali-Imran Ayat 189            Artinya “Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi, dan Allah Maha Perkasa atas segala sesuatu.” Ali-Imran 189 Hubungan surat Ali-Imran ayat 189 dengan ayat 190 adalah Apabila orang muslim telah ingat akan kebesaran Allah yang Maha Kuasa mutlak atas seluruh kerajaan langit dan bumi, tidaklah lagi mereka akan menjual kebenaran Allah dengan harga yang sedikit. Tidaklah lagi mereka akan membeli kekufuran dengan menjual iman sebagai harganya. Tidaklah lagi mereka akan berkejar-kejaran mencari pujian duniawi yang palsu, lalu mengkhianati tugas yang terpikul di atas pundaknya sebagai penjaga agama Allah. Pada ayat 189 tersebut Tuhan memberi peringatan kepada segala insan yang terpedaya dengan tipuan hidup di dunia ini. Orang berkejar mendekatinya, namun kerajaan yang sejati, ialah kerajaan Allah yang meliputi segenap langit dan bumi. Maka tegakkanlah kerajaan itu dalam dirimu sendiri, 95 Ahmad Mushthafa Al-Maraghiy, Tafsir Al-Maraghiy, Terj., Bahrun Abubakar dan Heri Noer Aly Semarang Toha Putra, 1986, 288-289. sebab dari sana kita semua datang, dengan itu kita hidup dan ke sanalah tujuan kita yang 2. Surat Al-Baqarah Ayat 164                                             Artinya “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati kering-nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; sungguh terdapat tanda -tanda keesaan dan kebesaran Allah bagi kaum yang memikirkan.” Al-Baqarah 164 Pada ayat ini ditutup dengan menyatakan bahwa yang demikian itu merupakan “tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal” قع م قا ا la ayatin liqaumin ya‟qilun, sedangkan pada surat Ali-Imran ayat 190, karena mereka berada pada tahap yang lebih tinggi dan juga telah mencapai 96 Hamka, Tafsir Al-Azhar Juz IV, 245-248. kemurnian akal, maka sangat wajar ayat ini ditutup dengan ا ل أ ا la ayatin li ulil Setelah mengakui kelemahan diri, lalu memohon agar Tuhan menjauhkan kiranya dari azab neraka, diteruskan pula pengakuan itu 3. Surat Ali-Imran Ayat 192              Artinya “Ya Tuhan kami, sesungguhnya barangsiapa yang Engkau masukkan ke dalam neraka, maka sungguh telah Engkau hinakan ia, dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolongpun.” Ali-Imran 192. Ayat ini melukiskan suara hati sanubari insan yang penuh pengakuan akan kebesaran Allah. Bahwasanya jika seseorang dimasukkan ke dalam neraka, bukanlah Tuhan yang salah, melainkan manusia itu sendirilah yang telah aniaya akan dirinya, sebab dia melanggar ketentuan Tuhan yang sudah patut diketahuinya. Dan karena dia yang memilih jalan aniaya, jalan yang tidak adil dan tidak benar, diapun Menganjurkan umat agar senantiasa bertafakkur memikirkan ciptaan Allah di bumi. Dalam Al-Qur‟an, sering sekali Allah menyeru umat manusia agar selalu bertafakkur untuk meningkatkan keimanannya. 97 Quraish Shihab, Tafsir Al-Mishbah Pesan, Kesan, dan Keserasian Al-Qur‟an Ciputat Lentera Hati, 2000, 291. 98 Hamka, Tafsir Al-Azhar Juz IV, 252. Qur‟an sangat menjunjung tinggi derajat seseorang yang menggunakan akal sehatnya dengan baik. 4. Surat Az-Zumar Ayat 9                            Artinya “Apakah kamu hai orang musyrik yang lebih beruntung ataukah orang yang beribadat di waktu-waktu malam dengan sujud dan berdiri, sedang ia takut kepada azab akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya? Katakanlah "Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?" Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima Az-Zumar 9 5. Surat Al-Hajj Ayat 18                                           Artinya “Apakah kamu tiada mengetahui, bahwa kepada Allah bersujud apa yang ada di langit, di bumi, matahari, bulan, bintang, gunung, 99 Purna Siswa Madrasah Hidayatul Mubtadi-ien, Tafsir Maqasyidi Kajian Tafsir Tematik Maqasyid al-Syari‟ah Kediri Lirboyo Press, 2013, 227-228. Ilustrasi membaca Al Quran. Foto ShutterstockSurat Ali Imran ayat 190-191 adalah ayat yang menjelaskan tentang tanda-tanda kekuasaan Allah SWT bagi ulil albab atau orang-orang yang berakal. Ayat Alquran ini banyak menggambarkan penciptaan langit dan bumi, proses bergantinya siang dan malam, serta fenomena alam lain yang menjadi kekuasaan mutlak Katsir menjelaskan, surat Ali Imran ayat 190-191 ini memotivasi manusia untuk memperhatikan ketinggian langit dan keluasan bumi serta semua yang ada padanya. Mulai dari gunung hingga lautan, pasir hingga hutan, hewan hingga tumbuhan, serta ciptaan Allah lainnya yang begitu ini mengajak umat Islam untuk merenungi fenomena yang terjadi di alam semesta. Tujuannya, agar bertambah keimanan di dada seorang hamba setelah ia menyadari betapa hebat kuasa Allah SWT yang mengatur alam tempat ia isi kandungan dan asbabun nuzul surat Ali Imran ayat 190-191? Berikut ulasan lengkapnya yang bisa Anda Nuzul Surat Ali Imran ayat 190-191Ilustrasi Alquran Foto PexelsMengutip buku Studi Ulumul Quran oleh Bambu Kuning, asbabun nuzul Surat Ali Imran ayat 190-191 diriwayatkan oleh Ibnu Mardaawaih dari atha ia bercerita bahwa Aku pergi bersama Ibnu Umar dan Ubaid Bin Umar waktu mengunjungi Aisyah yang menerima dan menemui kami dibalik tirai. Beliau bertanya kepada kami, “Hai Ubaid! Apakah yang menghalangimu mengunjungi kami?" Ubaid menjawab dengan pepatah yang berbunyi “Berkunjunglah jarang-jarang agar bertambah kasih dan sayang."Lalu Ibnu Umar bertanya kepada Aisyah, "Ceritakanlah kepada kami apa yang engkau lihat yang paling menakjubkan tentang perilaku Rasulullah SAW?” Aisyah menjawab, “Semua tingkah lakunya menakjubkan. Pada suatu malam beliau menghampiriku sehingga bersentuh tubuhku dengan beliau bersabda kepadaku," Biarlah aku beribadah kepada tuhanku ". Aku menjawab, “Demi Allah! Bahwa aku suka engkau berada disampingku, tetapi aku juga suka engkau beribadah kepada Tuhanmu".Usai shalat beliau duduk sambil menangis tersedu-sedu sampai janggutnya basah oleh air matanya, kemudian ia bersujud dalam keadaan menangis hingga air matanya membasahi lantai. Ketika Bilal datang untuk panggilan shalat subuh, ia menemui beliau masih dalam keadaan tersedu-sedu dalam keadaan bertanya kepadanya, "Apakah yang menyababkan engkau menangis ya Rasulullah padahal Allah telah mengampuni dosa-dosa mu yang lalu maupun yang akan datang?” Rasulullah menjawab, "Bagaimana aku tidak menangis hai Bilal, setelah Allah menurunkan ayat ini, celakalah hai Bilal orang yang membaca ayat ini tanpa merenungkan dalam-dalam isinya.”Ilustrasi membaca Al Quran. Foto ShutterstockAdapun ayat yang dimaksud Rasulullah yakni Surat Ali-Imran ayat 190-191 yang berbunyiإِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَآيَاتٍ لِأُولِي الْأَلْبَابِ 190 الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَٰذَا بَاطِلًا سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ 191"Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda kebesaran Allah bagi orang yang berakal. yaitu orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk atau dalam keadaan berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi seraya berkata, "Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia-sia; Mahasuci Engkau, lindungilah kami dari azab neraka,"Kandungan Surat Ali-Imran ayat 190-191Ilustrasi mendekap Al Quran. Foto ShutterstockSurat Ali Imran ayat 190-191 secara umum menjelaskan tentang tanda-tanda kekuasaan Allah yang semestinya direnungi oleh umat Muslim. Mengutip buku Islam Cinta dan Damai oleh Faza Mahdiyah, berikut beberapa poin khusus isi kandungan Surat Ali Imran ayat 190-191Penciptaan langit dan bumi serta pergantian malam dan siang merupakan tanda kekuasaan kekuasaan Allah di alam semesta ini hanya diketahui oleh ulul albab adalah orang yang berdzikir dan berpikir. Ia selalu ingat kepada Allah dalam segala kondisi dan ia juga mempergunakan akalnya untuk memikirkan penciptaan alam atau berpikir yang benar akan mengantarkan pada kesimpulan bahwa Allah menciptakan sesuatu tidak ada yang sia-sia. Semuanya benar, semuanya atau berpikir yang benar juga melahirkan kedekatan kepada Allah dan memperbanyak doa yang dimaksud dengan tafakkur?Apa yang dimaksud dengan Ulil albab?Apa tujuan diturunkannya Surat Ali Imran ayat 190-191? بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ Kajian Islam Katagori Posting Asbabun Nuzul Pembaca budiman kita jumpa lagi, semoga pembaca selalu dirahmati Allah Swt. serta tetap mendapat bimbingan dalam segala aktivitas di dunia ini untuk mempersiapkan kehidupan yang kekal di akhirat nanti. Aamiin... Rasiyambumen/Pelangi Khazanah Islam, kembali menjajikan materi Asbabun Nuzul Surat Ali 'Imran Seri ke-1. Surat Ali 'Imran yang terdiri dari 200 ayat ini adalah termasuk surat "Madaniyyah". Dinamakan Ali 'Imran karena memuat kisah keluarga Imran, yang didalam kisah itu disebutkan kelahiran Nabi 'Isa yang kelahirannya itu dipersamakan dengan penciptaan Nabi Adam AS. Didalam surat ini juga dikisahkan kelahiran Maryam putri "Imran yang juga melahirkan Nabi 'Isa AS. Pokok-pokok isinya ialah Keimanan Dalil-dalil dan alasan-alasan yang membantah orang Nasrani yang mempertuhankan Nabi 'Isa AS. Bahwa ketauhidan adalah dasar yang dibawa oleh seluruh para Nabi. Hukum-hukum Musyawarah, bermubahalah, dan larangan melakukan riba. Kisah-kisah Kisah keluaraga 'Imran, perang Badar dan Uhud serta pelajaran yang dapat diambil daripadanya. Lain-lain Golongan manusia dalam memahami ayat-ayat mutasyabihaat, sifat-sifat Allah, sifat-sifat orang yang bertaqwa, Islam satu-satunya agama yang diridhai Allah, dll. الٓمٓ 1 اللَّـهُ لَآ إِلٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَىُّ الْقَيُّوم 2 Alif laam miim QS, 3 1 Allah - tidak ada Tuhan melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi senantiasa berdiri sendiri. QS, 3 2 نَزَّلَ عَلَيْكَ الْكِتٰبَ بِالْحَقِّ مُصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهِ وَأَنزَلَ التَّوْرَىٰةَ وَالْإِنجِيلَ 3 Dia menurunkan al-Kitab Al-Qur'an kepadamu dengan sebenarnya ; membenarkan kitab yang telah diturunkan sebelumnya dan menurunkan Taurat dan Injil. QS, 3 3 Baca juga Hukum Walimah Dalam Pernikahan Dan Hukum Menghadiri Undangan. Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa turunnya beberapa ayat dari surat Ali 'Imran antara ayat 1 sampai 80 lebih, adalah sebagai penjelasan yang diberikan kepada Nabi Muhammad saw. atas kedatangan kaum Nashara yang mempersoalkan Nabi 'Isa AS. Kaum Nashara menganggap Nabi 'Isa lebih mulia daripada Nabi Muhammad saw. Karenanya mereka tidak mau mempercayai Muhammad saw. sebagai Rasul. Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa ketika Kaum Mu'minin mengalahkan orang-orang Quraisy di perang Badar, dan pulang ke Madinah, Rasulullah mengumpulkan orang-orang Yahudi di pasar Bani Qainuqa, dan bersabda "Wahai kaum Yahudi, masuk Islam kalian sebelum Allah menimpakan kepada kalian apa yang dialami kaum Quraisy," . Mereka menjawab "Hai Muhammad ! janganlah kau tertipu oleh dirimu sendiri atas kemenangan terhadap golongan Quraisy yang bodoh dan tidak mengetahui strategi perang. Demi Allah sekiranya engkau memerangi kami, engkau akan tahu bahwa kami adalah jantan yang tiada taranya" Maka turunlah ayat tersebut di bawah ini QS Ali 'Imran 12 dan 13 sebagai penegasan atas kemampuan umat Islam dalam mengalahkan mereka atas pertolongan Allah Swt. قُل لِّلَّذِينَ كَفَرُوا۟ سَتُغْلَبُونَ وَتُحْشَرُونَ إِلَىٰ جَهَنَّمَ ۚ وَبِئْسَ الْمِهَادُ12 Katakanlah kepada orang-orang yang kafir "Kamu pasti akan dikalahkan di dunia ini dan akan digiring ke dalam neraka Jahanam dan itulah tempat yang seburuk-buruknya". QS Ali Imran 12 قَدْ كَانَ لَكُمْ ءَايَةٌ فِى فِئَتَيْنِ الْتَقَتَا ۖ فِئَةٌ تُقٰتِلُ فِى سَبِيلِ اللَّـهِ وَأُخْرَىٰ كَافِرَةٌ يَرَوْنَهُم مِّثْلَيْهِمْ رَأْىَ الْعَيْنِ ۚ وَاللَّـهُ يُؤَيِّدُ بِنَصْرِهِۦ مَن يَشَآءُ ۗ إِنَّ فِى ذٰلِكَ لَعِبْرَةً لِّأُو۟لِى الْأَبْصٰرِ13 "Sesungguhnya telah ada tanda bagi kamu pada dua golongan yang telah bertemu bertempur yang segolongan di jalan Allah dan segolongan yang lain kafir. Mereka dengan mata kepala melihat seakan-akan orang Muslimin dua kali sebanyak mereka. Allah menguatkan dengan bantuan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya yang demikian itu ada pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai penglihatan mata hati." QS Ali 'Imran 13 Ket. sebab turun ayat tersebut diatas, diriwayatkan oleh Abu Dawud dalam sunannya, al-Baihaqi dalam ad-Dala-il, dari Ibnu Ishaq, dari Muhammad bin Abi Muhammad, dari Sa'id atau 'Ikrimah yang bewrsumber dari Ibnu Abbas. Dalam riwayat lain dikemukakan bahwa seorang Yahudi yang bernama Fanhas berkata di waktu perang Badar "Muhammad saw. tidak akan tertipu oleh kemenangannya terhadap kaum Quraisy karena Quraisy memang tidak pandai berperang". Maka turunlah ayat teersebut diatas QS, 3 12-13 sebagai penegasan bahwa umat Islam akan mendapat kemenangan atas pertolongan Allah. Diriwayatkan oleh Ibnu Mundzir yang bersumber dari Ikrimah. Berlanjut kepada ayat berikut yaitu ayat 23 dan 24 pada surat Ali 'Imran. أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ أُوتُوا۟ نَصِيبًا مِّنَ الْكِتٰبِ يُدْعَوْنَ إِلَىٰ كِتٰبِ اللَّـهِ لِيَحْكُمَ بَيْنَهُمْ ثُمَّ يَتَوَلَّىٰ فَرِيقٌ مِّنْهُمْ وَهُم مُّعْرِضُونَ 23Tidakkah kamu memperhatikan orang-orang yang telah diberi behagian yaitu al-Kitab Taurat, mereka diseru kepada kitab Allah supaya kitab itu menetapkan hukum diantara mereka ; kemudaian sebahagian dari mereka berpaling dan mereka selalu membelakangi kebenaran" QS. 3 23 24 ذٰلِكَ بِأَنَّهُمْ قَالُوا۟ لَن تَمَسَّنَا النَّارُ إِلَّآ أَيَّامًا مَّعْدُودٰتٍ ۖ وَغَرَّهُمْ فِى دِينِهِم مَّا كَانُوا۟ يَفْتَرُونَ Hal itu adalah karena mereka mengaku ; kami tidak akan disentuh oleh api neraka selain beberapa hari yang dapat dihitung " Mereka diperdayakan dalam agama mereka oleh apa yang selalu mereka ada-adakan. QS, 3 24 Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa Rasulullah saw. datang ke tempat pendidikan Taurat kaum Yahudi untuk mengajak mereka kembali kepada Allah. Berkatalah Nu'man bin Amr dan al-Harts bin Zaid Engkau ini pemeluk agama apa hai Muhammad? Beliau menjawab "Aku pengikut Agama Ibrahim" lalu mereka berkata "Ibrahim itu adalah Yahudi" Maka Rasulullah saw. menjawab lagi "Kalau begitu marilah kita kembali kepada Taurat pemersatu kita"! Kedua orang tersebut menolak kembali kepada Taurat. Maka turunlah ayat tersebut di atas QS, 3 23-24 yang menegaskan bahwa mereka tidak akan mau diajak kembali kepada Taurat, karena tertipu oleh pemimpin-pemimpin mereka. Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim dan Ibnul Mundzir dari Ikrimah, yang bersumber dari Ibnu Abbas. Dan pada ayat 26 قُلِ اللَّـهُمَّ مٰلِكَ الْمُلْكِ تُؤْتِى الْمُلْكَ مَن تَشَآءُ وَتَنزِعُ الْمُلْكَ مِمَّن تَشَآءُ وَتُعِزُّ مَن تَشَآءُ وَتُذِلُّ مَن تَشَآءُ ۖ بِيَدِكَ الْخَيْرُ ۖ إِنَّكَ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ Katakanlah "Wahai Tuhan yang mempunyai kerajaan, Engkau beri kerajaan pada orang yang Engkau kehendaki Engkau muliakan orang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. QS, 3 26 Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa Rasulullah saw. memohon kepada Allah Swt. agar raja Rum dan Persia menjadi ummatnya. Maka turunlah ayat tersebut di atas, sebagai tuntunan dalam berdoa mengenai hal itu. Maksudnya adalah ketika Rasulullah saw, berdoa agar raja Rum dan Persia untuk menjadi umatnya maka Allah menjelaskan bahwa segala sesuatu adalah Kekuasan-Nya. Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Qatadah. Berlanjut kepada ayat 28 لَّا يَتَّخِذِ الْمُؤْمِنُونَ الْكٰفِرِينَ أَوْلِيَآءَ مِن دُونِ الْمُؤْمِنِينَ ۖ وَمَن يَفْعَلْ ذٰلِكَ فَلَيْسَ مِنَ اللَّـهِ فِى شَىْءٍ إِلَّآ أَن تَتَّقُوا۟ مِنْهُمْ تُقَىٰةً ۗ وَيُحَذِّرُكُمُ اللَّـهُ نَفْسَهُۥ ۗ وَإِلَى اللَّـهِ الْمَصِيرُ 28 Janganlah orang-orang yang Mu'min mengambil orang kafir menjadi wali dengan meninggalkan orang-orang Mu'min. Barangsiapa yang berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah, kecuali karena siasat memelihara diri dari sesuatu yang ditakuti dari mereka. Dan Allah memperingatkan kamu terhadap diri siksa-Nya. Dan hanya kepada Allah kembali mu. QS Ali Imran 28 Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa al-Hajjaj bin 'Amr yang mewakili Ka'ab bin al-Asyraf dan Ibnu Abil Haqiq serta Qais bin Zaid tokoh-tokoh Yahudi telah memikat segolongan kaum Anshar untuk memalingkan mereka dari agamanya. Rifa'ah bin al-Mundzir, Abdullah bin Jubair serta Sa'ad bin Hatsamah memperingatkan orang-orang Anshar tersebut dengan berkata hati-hati kalian dari pikatan mereka, dan janganlah terpalingkan dari Agama kalian. Mereka menolak peringatan itu. Maka Allah menurunkan ayat tersebut di atas, QS 3 28 sebagai peringatan untuk tidak menjadikan orang-orang kafir sebagai pelindung Mu'minin. Diriwayatkan oleh Jarir dari Sa'id dan Ikrimah yang bersumber dari Ibnu Abbas. Demikian Asbabun Nuzul Surat Ali 'Imran yang baru saja menerangkan ayat-ayat yang sangat berkait dengan kondisi perang dan memilih wali untuk kita. Sementara baru sampai pada ayat ke 28 dari surat Ali 'Imran tersebut. Semoga dapat menambah wawasan kita dalam memahami al-quran dengan melalui asbabun nuzul. Untuk ayat-ayat selanjutnya akan kita kupas pada waktu yang akan datang silakan menunggu selanjutnya. Sumber Asbabun Nuzul, Latar belakang Hostoris Turunnya Ayat-Ayat Al-Qur'an. Penerbit CV. Diponegoro Bandung, Jl. Moh Toha 44-46.

asbabun nuzul ali imran ayat 19